Blogger Widgets Summary of My Story And My Inspiration: Menunggu Sesuatu Yang Tak Pasti

Minggu, 22 April 2012

Menunggu Sesuatu Yang Tak Pasti

    Setiap berjalannya waktu , pikiranku terus menerus melantur tak menentu. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan tuk mampu melewati dan melampiaskan keadaan yang bergejolak ini. Kegalauan yang kini benar-benar menyelimutiku. Jelas benar kepastian telah di tangan kita masing-masing. Kau telah mengerti, kawan.

    Setiap tatapanmu, ku coba tuk hindari. Aku takut jika terlalu mendalam, karena ku rasa kini bukanlah saatnya. Aku mengerti, kau telah mengetahui alur dari semua ini. Mungkin memang benar, kita sedang menunggu sesuatu itu di waktu itu. Sesuatu yang dikatakan memang belum pasti. Tapi juga ini yang tak dapat ku serapi. Memang diantara kita saling mengerti. Dan ini membuatku takut, aku takut jika karena kesaling mengertian ini membuat kita menjadi saling berjaga yang membuat pertemanan serasa jauh.

    Kini, aku harap kau mengerti, kawan. Aku belum siap tuk langsung berhadapan dengan dirimu. Ya, karena memang kau telah ada yang memiliki untuk saat ini, aku pun masih menjaga perasaan setiap teman di sekelilingku. Aku tak ingin semua menjadi renggang hanya karena keegoisan diri kita yang tak dapat terkendali. Memang sangat tepat , jika saling menemui yang telah pasti mengapa tidak saling menjalani. Namun masalah yang lain timbul di kalimat itu. Aku juga tak ingin mengganggumu, meski seandainya bisa saja kita langsung berjalan dan mencoret beberapa diantara kisah itu perlahan. Tapi aku tak ingin seperti itu. Ya, perjalanan sangatlah panjang, aku dan kau harus tetap buktikan tuk menjadi yang terbaik.



    Hm, seiring berjalannya waktu , aku rasa kau telah tahu pasti cara bermain sesuai keinginanku. Dan aku bersyukur meski kau sedikit sulit tuk lakukannya. Maaf jika aku bisa dibilang tega melakukan hal yang membuatmu merasa aku menjauhimu bahkan kau merasa bahwa aku membencimu. Itu kesalahan, kawan. Aku hanya ingin yang terbaik dan tak ada kecurigaan di sekeliling kita. Ya, netral itu wajib hukumnya :))

    Sampai pada hal yang telah terbayang itu yang membuatku terkejut dan semakin takut. Hm, masa perpisahan yang begitu indah dan kau datang dengan santainya bertanya dengan ekspresi yang biasa tanpa ada kecurigaan, tapi sungguh pertanyaanmu begitu bergejolak. Di dukungnya pertanyaan dan pernyataan yang membuatku tak bisa menahan, aku hanya bisa menjawab dengan enjoynya dengan tawa namun nyata dan fakta. Setiap kali ku ingat itu, hanya kepasrahan yang mampu ku lakukan , karena setiap ku tanyakan hal itu, hasilnya tetap sama dan memang benar. Memang suasana yang mendukung saat itu terkesan sangat indah. Ya dengan gelombang air yang berlika-liku seperti pertanyaan yang tak pernah ku sangka dapat kau pertanyakan. Namun, karena hal itu semua semakin jelas dan terjawabkan. Lega sekali rasanya.

    Hingga saat ini, aku hanya ingin semua sesuai rencana, tapi yang buruk aku harap kita mampu tuk mencoretknnya. Dan saat itu, aku harap kau tetap menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. Amin :) Mari kita taklukan waktu, tantang sang surya dan hadapi dunia bersama bahwa kita mampu tuk melakukan rintangan itu :) Semangat, kawan ! :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar